​Tembakau jenis Gorilla yang masuk dalam daftar baru jenis narkoba, diduga telah beredar di Kabupaten Berau. Pasalnya, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, telah menemukan hasil tes urine salah satu peserta road race yang diduga positif sebagai pengguna tembakau Gorilla.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, yang juga Ketua BNK Berau, mengungkapkan temuan tersebut berdasarkan tes urine yang dilaksanakan pihaknya sebelum dimulainya road race, Sabtu (25/2). Sesuai persyaratan, untuk mengikuti lomba seluruh peserta harus menjalani tes urine.

“Sebelumnya, Jumat (24/2) sudah kita laksanakan, tapi peserta yang dites urine baru 21 orang saat itu,” ungkap Agus Tantomo di rumah jabatannya, Sabtu (25/2) malam.

Lebih dari seratus orang yang dites urine, ada tiga yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Dua menggunakan sabu-sabu, sementara satunya Gorilla. Atas temuan itu, Agus sudah meminta panitia road race untuk memastikan pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, dan hasilnya tetap positif.

“Orangnya sudah dipanggil, saya tidak umumkan saat sambutan pembukaan road race, tapi ketika ada yang positif, saya minta harus didiskualifikasi,” tegas mantan Anggota DPRD Kaltim ini.

“Saya tidak mau negoisasi soal ini, yang tidak mau tes urine langsung coret namanya,” sambung Agus.

Lanjut dia, temuan pengguna Gorilla merupakan yang pertama kalinya di Bumi Batiwakkal. Selama ini, BNK Berau sudah memiliki alat pendeteksi hasil tes urine, dan memang baru pertama ditemukan. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain berkoordinasi dengan kepolisian, karena tidak ditemukan barang bukti dari peserta tersebut.

Terkait dengan penggunaan narkoba, agar para atlet tetap dapat berprestasi, Agus Tantomo sudah meminta pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, agar melaksanakan tes urine untuk para atlet, termasuk para peserta yang akan mendaftar pada pada event-event olahraga yang diselengarakan KONI Berau.

“Kalau mau olahraga, tidak usah pakai narkoba, tak mungkin prestasi beriringan dengan makai narkoba,” tuturnya.

Menurutnya, dengan cara seperti itu, dapat mengantisipasi para atlet menggunakan narkoba. “Kalau mereka diginiin, pasti mikir bakal tak bisa ikut lagi olahraga. Ketua KONI setuju dengan apa yang saya sampaikan,” pungkasnya.

KONI Dukung Penuh

Sementara, Ketua KONI Berau HM Al Hamid, mengaku siap melaksanakan imbauan Wabup Agus Tantomo. Bahkan pelaksanaan tes urine diterangkannya tak hanya pada ajang balap motor, tapi akan dilaksanakan di kejuaraan semua cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Berau.

“Jadi, bukan cuma balap motor, semua cabor nanti akan kami beritahu supaya bekerja sama dengan BNK Berau menggelar tes urine dulu sebelum ada kejuaraan,” katanya saat ditemui Berau Post, kemarin.

Al Hamid menyatakan, mempersilakan pihak aparat keamanan melakukan proses hukum jika ada atlet Bumi Batiwakkal yang positif mengonsumsi narkoba.

“Misalnya yang kemarin ikut road race ada yang positif narkoba, saya minta panitia cabut gelar juaranya kalau yang dapat juara. Untuk masalah ini, jangan ada kompromi,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Road Race BNK Aditama Cup Juniar Rizal menerangkan, tidak mengetahui bahwasanya hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau terdapat tiga peserta lomba yang menggunakan narkoba. “Saya kurang tahu kalau itu, soalnya belum mendapatkan hasil tes urine,” ujarnya saat diwawancara Berau Post, Minggu (26/2).

Meskipun belum mengetahuinya, dirinya sangat mengapresiasi langkah BNK Berau menggelar tes urine kepada seluruh pembalap.

Bahkan, pelaksanaan tes urine tersebut diakuinya akan menjadi hal wajib yang dilakukannya saat menggelar event road race selanjutnya. “Tentunya ini hal yang positif bagi dunia balap kita. Adanya tes urine ini, akan membuat para pembalap berpikir ulang untuk menggunakan narkoba,” imbuhnya.

“Makanya, kalau event road race Kejurnas nanti bisa kami laksanakan. Kami akan mengajak BNK Berau untuk bekerja sama untuk melakukan tes urine kepada seluruh peserta,” pungkasnya. 

Sumber : berau post