Geleng-geleng kepala saya saat melihat aksi Mario S Aji dan rider Jepang Noguchi di seri pertama Idemitsu Asia Talent Cup 2018 di sirkuit Losail, Qatar. Gimana ngga geleng-geleng dari lap pertama hingga lap terakhir Mario SA nempel terus di belakang Noguchi.

Mata Kamera tertuju pada bocah kelahiran Magetan 13 tahun yang lalu ini. ya gaees masih 13 tahun dan bisa ngepush rider Jepang di Asia Talent Cup apa ndak kentir itu namanya. Mario SA nampak tidak seperti bocah 13 tahun, diatas Honda NSF250 dia bijak memainkan ritme balapan. Seolah-olah sudah seperti pembalap profesional padahal dia baru ikut gabung di Asia Talent Cup musim 2018 ini lho dan ini adalah seri pertama.

Beberapa kali Mario SA overtake Noguchi yang sangat ketat menutup lajur Mario SA, namun berulang kali pula Noguchi membalas salipan Mario SA ditikungan berikutnya. Asli seperti nonton MotoGP gaess,,, mereka berdua mainnya halussss pisan … Mario SA tercatat mencetak fastest lap dengan catatan waktu 2:14:237 dimana beda tipis 0,054 detik lebih cepat dibanding Noguchi. Namun Noguchi membalas perlawanan Mario SA dengan finish pertama.

Mario SA merupakan pembalap belia didikan Astra Honda Racing Team (AHRT), berawal mula dari ajang motocross dan beralih ke road race pada 2014. Kemudian menjuarai Honda Dream Cup 2016, Mario SA memang memiliki jiwa petarung yang tinggi dan cepat dewasa. Tim AHRT pun pernah mendaulat Mario SA sebagai pembalap di 3 seri terakhir Thailand Talent Cup dan berhasil juara 3 dan kini masih aktif membela tim AHRT di ARRC kelas AP250.

Seri pertama aja sudah runner up apalagi satu musim bisa jadi potensi juara nih !!!!